Inilah Alasan Kenapa Wanita Suka Berdandan, Jangan Protes!

Inilah Alasan Kenapa Wanita Suka Berdandan, Jangan Protes!

Inilah Alasan Kenapa Wanita Suka Berdandan, Jangan Protes! – Sejak dulu bahkan masih remaja, wanita Indonesia sudah diperkenalan dengan perawatan tubuh herbal, seperti pilis, tapel, bedak dingin, bore, lulur, atau jamu-jamuan. Menurut penelitian di Inggris The British Association of Beauty Therapists and Cosmetologists memberitahukan bahwa 2/3 atau sekitar 68% dari 2.768 ibu-ibu di Inggris mendorong anak perempuannya untuk melakukan perawatan kecantikan dengan rutin di salon saat usianya memasuki remaja.

INILAH ALASAN KENAPA WANITA SUKA BERDANDAN, JANGAN PROTES!

3/4 dari partisipan survei yang telah dilakukan pada tahun 2015 tersebut menyatakan bahwa beragam perawatan kecantikan seperti manicure, spray tan, waxing dan facial dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri untuk anak-anak mereka.

Menurut psikolog Dra. Ratih Ibrahim, MM. Pada dasarnya setiap manusia sangat dibutuhkan untuk dianggap bagus. Untuk wanita, hal ini dapat dicapai yaitu salah satunya dengan berdandan. “Ini merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar, kebutuhan akan eksistensi”, ujar Ratih, CEO Personal Growth.

Hal ini juga terlihat pada hasil riset yang telah dilakukan oleh Beauty Boulevard yang mengatakan bahwa 70% dari 1.000 wanita responden di Inggris tidak pernah tidak menggunakan lipstik saat ingin meninggalkan rumah.

Menurut Raih, orang yang memiliki penampilan paling menarik pastinya akan lebih memikat, lebih populer dan menjadi paling favorit. “Hal tersebut dapat memberikan rasa kesenangan pada diri (self-esteem). Orang yang tampil biasa-biasa saja, kemungkinan ia menjadi tidak “terlihat” dan sebaliknya, jika berpenampilan kurang menarik ataupun jelek saja bisa saja menjadi populer, namun bukan menjadi yang terfavorit” ujarnya.

Berdandan diri sangat erat kaitannya dengan pembentukan self-image. Hal seperti ini yang dialami oleh Raih, sebagai psikolog. Ratih merasa tidak hanya dalam kompetensi ilmu yang dikuasai, penampilan juga sangat mendongkrak karirnya. “Dulu, jarang sekali psikolog yang tampil modis, namun saya berusaha untuk tampil lebih berbeda dengan berbusana yang lebih fashionable dengan rambut dicat warna. Orang pun akan melihat diri saya sebagai seorang psikolog yang funky dan mereka akan menyukainya”, itulah kisah Ratih yang percah dipercaya menjadi brand council dalam salah satu produk kecantikan.

Oleh karena itulah, Raih pun sangat menyarankan keada orang untuk berdandan. “Kita ini makhluk sosial, tidak hidup sendiri. Bagaimanapun kita harus dapat menampilkan diri kita dalam versi terbaiknya dan merupakan salah satu cara menghargai tubuh kita dengan menikmati kehidupan” ucap Ratih.