15ons – Siapa yang tidak senang jika diberikan buah hati oleh Sang Maha Kuasa? Semua yang sudah berumah tangga tentu ingin mendapatkan keturunan. Walau begitu, tidak sedikit juga pasangan yang kesulitan untuk mendapatkan seorang anak.

Kehamilan itu sendiri dapat dipengaruhi oleh masa subur seorang perempuan. Akan tetapi, bagaimana caranya kita mengetahui masa subur kita?

Nah, untuk menjawab hal tersebut, Sensitif resmi meluncurkan sebuah aplikasi berupa femometer dari produk Sensitif Ovutest Digital.

Mau Punya Keturunan? Yuk Uji Coba Masa Subur Dengan Aplikasi Ini

Mau Punya Keturunan? Yuk Uji Coba Masa Subur Dengan Aplikasi Ini

Aplikasi ini berfungsi untuk mengetahui masa subur seorang wanita melalui suhu basal lewat air liurnya.

Dengan teknologi yang super canggih, aplikasi ini juga dilengkapi dengan teknologi Bluetooth.

Masa subur seorang wanita dapat diketahui apabila terkoneksi dengan smartphone dan perwakilan dari Sensitif. Anita juga menjelaskan bahwa Sensitif meluncurkan 2 buah produk, yaitu: Ovutest Femometer dan Ovutest Digital.

“Ovutest Digital akan lebih mudah membaca adanya kehamilan atau tidak, bukan dengan dua strip melainkan tulisan yes dan no.” katanya.

Uniknya lagi, kalau femometer ini bentuknya seperti lipstik.

“Mirip dengan termometer, namun untuk mengukur suhunya dengan suhu basal tubuh, digunakan dari mulut.

Cara menggunakannya harus dikoneksikan melalui aplikasi dan setelah bangun tidur masih belum ngapa-ngapain, lalu dimasukkan ke bawah lidah dan dikoneksikan menggunakan bluetooth dengan smartphone.” katanya.

Untuk harganya, Anita mengimbuhkan bahwa Ovutest Digital dibandrol dengan harga Rp 250.000 ribu, sedangkan Ovutest Femometer dihargai sekitar RP 599.000 ribu.

Dr Boy Abidin SpOG juga menjelaskan bahwa suhu basal seorang wanita dapat diukur saat pagi hari.

“Suhu basal dapat diukur saat pagi hari sebelum mulai beraktivitas,” katanya saat sedang acara media gathering dan product launching Sensitif Ovutest Digital di Raffles Hotel pada hari Selasa (18/12).

Pada masa ovulasi ini terkadang juga bisa dideteksi pada kondisi badan.

“Setelah ovulasi suhunya akan naik, perubahan suhu ini akan mempengaruhi ovulasi. Terdapat rasa panas, namun bukan demam hanya perubahan hormonal,” tandasnya.

Peluncuran aplikasi ini menjadi puncak acara Sensitif Journey with Ovutest yang telah dilakukan.

Dimulai dari uji coba fertilitas kepada 50 pasangan yang berhasil lolos dari seleksi. Hingga kompetisi Share your Story with Sensitif Journey atau kompetisi menuliskan cerita tentang pasangan hidup menuju kehamilan.