Penurunan Daya Ingat Bisa Terjadi Jika Stress di Usia 40-an

Penurunan Daya Ingat Bisa Terjadi Jika Stress di Usia 40-an

15ons – Menurut sebuah penelitian di Harvard Medical School baru baru ini mengungkapkan bahwa stress yang dialami oleh orang-orang berusia setengah baya, sekitar 40an bisa menurunkan daya ingat.

Para peneliti berkata bahwa mereka yang stress kemungkinan besar akan mengalami demensia di masa tua, dilansir dari Dailymail.

Stres yang terjadi pada usia paruh baya ini dapat membuat kadar otak seseorang mengecil sehingga mengakibatkan daya ingat menurun. Tingginya kadar hormon stress bisa menjadi tanda-tanda peringatan awal mereka akan mengalami penurunan keterampilan berpikir nantinya.

PENURUNAN DAYA INGAT BISA TERJADI JIKA STRESS DI USIA 40-AN

Penurunan Daya Ingat Bisa Terjadi Jika Stress di Usia 40-an

Dr Justin Echouffo-Tcheugui yang memimpin sebuah penelitian telah menganalisa terdapat 2.231 orang dengan usia kisaran 49 tahun itu bebas dari demensia. Mereka dibagikan menurut kadar kortisol (hormon steroid yang mempengaruhi bagaimana tubuh merespon stres). Dia juga berkata, penelitan yang dilakukan timnya adalah mendeteksi hilangnya memori dan terjadinya penyusutan otak pada orang berusia paruh baya sebelum gejala-gejala tersebut mulai terlihat.

Untuk menguji hal ini, para peneliti pun meminta semua peserta tersebut melakukan keterampilan berpikir dan tes memori. Pemindaian otak MRI juga dilakukan untuk mengukur kadar volume otak mereka.

Setelah itu, hasilnya akan disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, massa tubuh dan merokok atau tidak merokok. Dari sanalah para peneliti ini mendapatkan skor yang lebih rendah pada tes memori dan cara berpikir pada orang-orang yang memiliki tingkat kadar kortisol lebih tinggi daripada mereka dengan kadar normal.

BACA JUGA: Sayangilah dan Jaga Tubuh Anda Selalu Sehat dan Awet Muda

Didalam penelitian tersebut juga ditemukan tidak ada hubungan antara ukuran otak yang rendah dan tingkat kortisol. Kortisol diproduksi melalui kelenjar adrenal dan membantu tubuh merespon stres.

Hal ini juga bisa membantu mengurangi tekanan darah, mengurangi peradangan, mengontrol gula darah, mengatur metabolisme dan membantu respon imun didalam tubuh. Tingkat kortisol yang tinggi dapat disebabkan karena obat-obatan, stres dan kondisi medis tertentu.

Dr Echouffo-Tcheugui berkata, kortisol dapat mempengaruhi banyak fungsi yang berbeda-beda, sehingga penting untuk menyelidiki seberapa tinggi kadar hormon yang bisa mempengaruhi otak seseorang.

“Jadi sangat penting sekali untuk semura orang mencari cara untuk mengurangi stres agar tidak mengalami penurunan daya ingat saat memasuki masa usia lanjut. Caranya adalah dengan melakukan olahraga ringan, tidur yang cukup, menggabungkan teknik relaksasi dalam kehidupan sehari-hari atau menanyakan kepada dokter mengenai kadar kortisol dan mengkonsumsi obat yang bisa mengurangi kortisol apabila dibutuhkan” ujar Justin, Kamis (25/10/2018).

“Sangat penting bagi seorang dokter untuk memberikan konseling kepada semua pasien yang memiliki tingkat kortisol lebih tinggi dari jumlah normal, karena orang-orang yang mengalami stres pada usia paru baya dapat menurunkan daya ingatnya” ditambahkan olehnya.